Cara dan Contoh Penerapan Intonasi Berdasarkan Attitude dan Discourse dalam Percakapan Sehari-Hari

Cara dan Contoh Penerapan Intonasi Berdasarkan Attitude dan Discourse dalam Percakapan Sehari-Hari

Hai Scholars Hunter. Tahu gak sih, perilaku orang itu bisa dilihat dari cara dia berbicara? Nah ternyata sikap dan cara seseorang dalam berbicara bisa menggambarkan attitude (sikap) orang tersebut. Tidak hanya itu saja, tapi lingkungan pun mempengaruhi cara berbicara kita. Sikap kita ketika berbicara pada orang yang lebih tua, seumuran, ataupun ke yang lebih muda tentu berbeda. Bagaimana caranya? Mari simak uraian berikut ini yaa!

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Attitude

Ketika kalian mendapatkan suatu berita atau kabar, pasti akan menunjukkan ekspresi yang berbeda-beda. Misal kalian mengatakan ‘That would be nice’ (sebagai tanggapan atas suatu hal) untuk menunjukkan antusiame, kesenangan, kejutan, kelegaan, sarkasme, dan sebagainya.

Ketika komunikasi langsung, kita bisa melihat secara langsung, misalnya, pengamatan kita terhadap bahasa tubuh pembicara, dan pengetahuan kita tentang kepribadian, suka dan tidak suka. Intonasi memberikan indikasi penting, tetapi penting juga untuk dipahami bahwa pilihan tata bahasa dan kosakata kita juga dapat menjadi indikator yang sangat jelas dari sikap kita terhadap suatu situasi.

Kesulitan utama dalam mencoba membuat hubungan antara intonasi dan sikap adalah bahwa pola intonasi yang sama dapat digunakan untuk mengekspresikan sikap yang sangat berbeda. Ketika kita berbicara tentang fakta sebenarnya, kita biasanya menggunakan rangkaian nada turun (misalnya, // it’s over THERE // on the TAble // next to the NEWSpaper //).
Dengarkan audio berikut ini!

Bagaimanapun kita bisa menggambarkan intonasi seseorang yang mengekspresikan rasa lega dengan cara yang sama. Ada perbedaan lain di sini, seperti nada awal dan akhir suara pembicara dan panjang bunyi vokal, tetapi pola intonasi dasarnya sama.
Dengarkan audio berikut ini!

Baca juga: Penjelasan Tentang Word and Sentence Stress Part 2

Discourse

Pendekatan discourse (percakapan/wacana) terhadap intonasi meneliti bagaimana tekanan yang kita buat, dan nada yang kita gunakan saat berbicara, menghubungkan ucapan kita dengan bahasa sekitarnya (logat). Istilah ‘wacana’ mengacu pada bahasa yang bermakna. Intonasi dapat digunakan untuk menyajikan ide dan informasi dalam ucapan, percakapan, atau monolog.

Contoh sederhana terlihat dalam kalimat berupa list (daftar). Jika kita mengatakan ‘You need a pen, a pencil, and some paper’, suara cenderung naik pada kata ‘pen’ dan ‘pencil’, menunjukkan bahwa ada sesuatu yang lebih yang akan disebutkan. Kemudian intonasi turun pada kata ‘paper’, untuk menunjukkan bahwa itu adalah akhir dari daftar.
Dengarkan audio berikut ini!

Konteks percakapan yang lebih luas itu penting, dan kita dapat melihat bagaimana intonasi pembicara menunjukkan penafsiran tentang makna tersirat dan makna tersurat. Contoh: When you get the office, you’ll see a tall man named Sean.
Dengarkan audio berikut ini!

Nama Sean adalah informasi baru, dan intonasi turun pada kata ini. Kalimat berikut menunjukkan efek yang berbeda. Contoh: When you see Sean, give him this letter.
Dengarkan audio berikut ini!

Kali ini, ada intonasi turun-naik pada kata Sean, menandakan ada maksud tersirat. Ini membantu menunjukkan bahwa instruksi selanjutnya harus diikuti. Pendekatan discourse tidak disadari membantu kita untuk membimbing dan mengontrol percakapan kita. Keuntungan dari pendekatan ini dibandingkan dengan pendekatan indikator gramatikal/sikap adalah bahwa aturan yang jelas dapat diberikan berkenaan dengan pilihan pola yang tepat.

Menurut David Brazil, intonasi paling dasar yang wajid diketahui adalah referring tones (r) dan proclaiming tones (p). Dua nada yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris adalah ‘turun’ dan ‘turun-naik’. Nada turun disebut proclaiming tones (p), dan nada turun-naik disebut referring tones (r).

Baca juga: Cara dan Contoh Penerapan Intonasi Berdasarkan Aturan Grammar dalam Percakapan Sehari-Hari

Reference:
How To Teach Pronunciation (Gerald Kelly, 2000).

Written by: Afriska Aulia
afriskaaulia7@gmail.com
@afriskaalya14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *