Emphasize Auxiliary: Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Emphasize Auxiliary: Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Halo sobat Scholars!

Seperti yang kita ketahui, verb merupakan komponen penting dalam bahasa Inggris. Verb melengkapi sebuah kalimat saat melakukan percakapan sehari-hari. Nah, kali ini kita akan membahas salah satu jenis dari verb. Penasaran kan? Lets check it out!

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

Pengertian Emphasize Auxiliary

Sebelum kita membahas tentang emphasize auxiliary, kita akan membahas tentang verb terlebih dahulu. Verb secara bahasa artinya adalah kata kerja. Verb adalah kata yang mendeskripsikan aksi, tindakan, kondisi, atau pengalaman. Verb menunjukkan aktivitas dari subjek dalam sebuah kalimat. Contohnya: I do love you.

Salah satu jenis dari verb adalah auxiliary verb. Auxiliary verb (atau helping verb) adalah kata bantu yang digunakan dengan kata kerja utama untuk membantu mengekspresikan bentuk kata kerja utama, suasana hati, atau suara. Emphasize auxiliary termasuk salah satu jenis dari auxiliary verb.

Emphasize auxiliary merupakan kalimat penekanan yang menggunakan kata kerja bantu (auxiliary verb) yang menyatakan kesungguhan pada suatu tindakan atau peristiwa. Emphasize auxiliary digunakan untuk menunjukkan penekanan kepada verb. Contohnya: Mr. Freud does love his dog.

Baca juga: Common Noun: Pengertian, Jenis dan Contoh Penggunaannya

Contoh Penggunaan Emphasize Auxiliary

Emphasize auxiliary tidak menggunakan really untuk menunjukkan sungguh-sungguh atau benar- benar. Namun emphasize auxiliary menggunakan kata bantu (auxiliary verb) yaitu: do, does, dan did karena kata bantu ini sudah menunjukkan penekanan untuk verb.

Do, does, dan did memiliki arti yang sama yaitu mengerjakan. Apabila digunakan untuk emphasize auxiliary maka do. Does, dan did memiliki arti sungguh-sungguh atau benar-benar. Nah kali ini kita akan membahas satu persatu penggunaan emphasize verb menggunakan kata bantu.

1. Penggunaan do

Do merupakan bentuk untuk simple present tense (suatu perbuatan atau peristiwa yang terjadi di masa kini.) Untuk menggunakan do, maka emphasize auxiliary memerlukan sebuah verb setelah kata do. Subjek yang digunakan do adalah: I, you, they, dan we. Contohnya:

  • We do admire our teacher.
  • I do want to spend some quality time with Jake.
  • They do apologise for being so late.

2.  Penggunaan does

Does merupakan bentuk untuk simple present tense (suatu perbuatan atau peristiwa yang terjadi di masa kini.) Untuk menggunakan does maka emphasize auxiliary memerlukan sebuah verb setelah kata does. Subjek yang digunakan does adalah: she, he, dan it. Contohnya:

  • He does bake very good cakes, doesn’t he?
  • Ask Polly. She does know a lot about politics.
  • John does love Sella.

3. Penggunaan did

Did merupakan bentuk simple past tense (suatu perbuatan atau peristiwa yang terjadi di masa lampau.) Untuk menggunakan did maka emphasize selalu diikuti verb setelahnya karena did tidak bisa berdiri sendiri. Subjek yang digunakan did adalah: I, you, they, we, she, he, dan it. Contohnya:

  • He did respect his friend.
  • Sella did believe in Jodi.
  • We did enjoy your party very much.

Baca juga:  Indefinite Pronoun: Pengertian, Jenis, dan Contoh Penggunaanya

Reference:

http://scholarsenglish.id/auxiliary-verb-pengertian-jenis-dan-contohnya/ https://kampunginggris.co/pengertian-dan-contoh-emphasize-auxiliary/#:~:text=Emphasize%20Auxiliary%20ini%20sering%20digunakan,sungguh%2Dsungguh%20telah%20melupakan%20dia. https://www.bahasainggris.co.id/pengertiankegunaan-dan-contoh-emphasize-auxiliary-verb/ http://khanifahhana27.blogspot.com/2018/12/emphasis-auxiliary-atau-penekanan.html https://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/flatmates/episode119/languagepoint.shtml

  • Author: Namira Mutmainah
  • Instagram: namiiraamuth
  • Email: iphone5namira@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *