Jenis, Contoh, dan Cara Mengucapkan Konsonan dalam Pronunciation Bahasa Inggris

Jenis, Contoh, dan Cara Mengucapkan Konsonan dalam Pronunciation Bahasa Inggris

S, Z, G, W, P, J, N hmm.. What do you think? Yaa, betul. Konsonan. So, fyi dalam Bahasa Inggris bunyi terbagi menjadi 2 yakni bunyi vokal dan bunyi konsonan. Pada materi ini, kita akan membahas bunyi konsonan, apa saja jenisnya, seperti apa contohnya dan bagaimana karakteristik dalam mengucapkan bunyi konsonan tersebut? Skuy langsung saja markicek!!

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

1. Plossive

Yakni suatu tekanan udara yang berada di akhir dan ketika mengucapkan bunyi, maka bunyi tersebut akan terhentikan. Berikut karakteristik konsonan yang termasuk jenis plossive:

1) Karakterisik P/B

Billabial sounds
Terjadi ketika dua bibir tertutup rapat. Langit-langit terangkat. Seperti: Pin/bin, cap/cab, dan happen/cabbage. Lihat gambar di bawah ini!

Karakteristik p/b: Billabial sounds

2) Karakterisik T/D

Alveolar sounds
Lidah yang menutup pada pucuk langit-langit. Contohnya: To/do, hat/had, dan hotter/harder. Lihat gambar di bawah ini!

Karakteristik t/d: Alveolar sounds

3) Karakterisik K/G

Velar sounds
Lidah belakang tertutup. Contohnya: cot/got, pick/pig, dan packet. Lihat gambar di bawah ini!

Karakteristik k/g: Velar sounds

4) Karakterisik T∫/Dȝ

Plato-alveolar sounds
Ujung lidah, bilah lidah, dan tepi lidah tertutup oleh puncak alveolar dan sisi pada gigi. Lidah depan naik, dan ketika udara terlepas, maka terdengar pergesekan. Contohnya: Church, judge, nature, dan larger. Lihat gambar berikut!

Karakterisik t∫/dȝ: Plato-alveolar sounds

2. Fricatives

Fricatives terjadi ketika dua organ vocal (a, i, u, e, dan o) cukup tertutup secara bersamaan untuk berpindah melalui udara. Berikut karakteristik bunyi konsonan fricatives:

1) Karakterisik F/V

Labio-dental sounds
Bibir bawah menyentuh gigi atas. Contohnya: Fan/van, hoof, hooves, cafe, cover, phase, dan above. Lihat gambar berikut!

Karakteristik f/v: Labio-dental sounds

2) Karakterisik θ/ð

Dental sounds
Ujung lidah menyentuh belakang gigi atau ujung lidah menjulur diantara gigi atas dan bawah. Contohnya: Think, the, bath, mathematics, dan father. Lihat gambar berikut!

Karakterisik θ/ð: Dental sounds

3) Karakterisik S/Z

Alveolar sounds
Bilah lidah bertemu dengan puncak alveolar. Contohnya: Sue/zoo, this, these, icy, dan lazy. Lihat gambar di bawah ini!

Karakteristik s/z: Alveolar sounds

4) Karakterisik ∫/ȝ

Plato-alveolar sounds
Bilah lidah bertemu dengan puncak alveolar dan lidah terangkat naik. Contohnya: She, fish, beige, nation, dan measure. Lihat gambar berikut!

Karakterisik ∫/ȝ: Plato alveolar-sounds

5) Karakterisik H

A glotal sounds
Udara yang lewat dari paru-paru kemudian membuka celah suara yang menyebabkan gesekan suara. Posisi ujung lidah mengikuti suara huruf hidup/vokal. Contohnya: Hello dan behind. Lihat gambar berikut!

Karakteristik h: A glotal sounds

Baca juga: 5 Tips untuk Meningkatkan Ronunciation Bahasa Inggris

3. Nasals

Terjadi ketika mulut, langit-langit mulut tertutup rapat tanpa adanya celah udara yang masuk. Berikut adalah karakteristik konsonan yang termasuk nasals:

1) Karakterisik M

A bilabial sounds
Seluruh bibir tertutup. Contohnya: More, room, dan camera. Lihat gambar di bawah ini!

Karakteristik m: A billabial sounds

2) Karakteristik N

An alveolar sound
Bilah lidah tertutup melawan puncak alveolar dan tepi lidah berada di sisi gigi. Contohnya: no, on, infant, dan know. Lihat gambar di bawah ini!

Karakteristik n: An alveolar sound

3) Karakteristik ŋ

A velar sound
Belakang lidah menekan ke arah langit-langit, langit-langit menurun, dan udara melalui rongga nasal. Contohnya: Sing, Sink, Singing, dan Sinking. Lihat gambar berikut!

Karakteristik ŋ: A velar sound

4. Lateral

Aliran udara yang mengelilingi sisi lidah. Berikut yang termasuk karakteristik konsonan lateral:

Karakteristik L

A laterar sound
Sebagian tertutup membuat bilah lidah melawan puncak alveolar. Udara dapat mengalir mengelilingi sisi lidah. Contohnya: Live, pool, dan pulling. Lihat gambar di bawah ini!

Karakteristik l: Lateral sound

5. Approximants

Approximants terjadi ketika artikulator yang tertutup berpindah ke yang lain, tetapi tidak cukup tertutup untuk menyebabkan friksi atau pergeseran yang dapat menimbulkan perpecahan untuk berhenti mengalir melalui udara. Berikut yang termasuk karakteristik konsonan approximants:

1) Karakteristik R

A post-alveolar sound
Ujung lidah mencengkeram ke belakang (tanpa menyentuh) puncak alveolar. Tepi belakang pada lidah menyentuh atas geraham. Contohnya: Red, Hurry, Party, dan Car. Lihat contoh berikut!

Karakteristik r: A post-alveolar sound

2) Karakteristik J

A palatal semi-vowel
Posisi lidah berada pada vowel depan yang tertutup sehingga suara meluncur dengan cepat mengikuti huruf hidup/vocal. Contohnya: Yes, young, usual, dan educate. Lihat gambar di bawah ini!

Karakteristik j: A palatal semi-vowel

3) Karakteristik W

A labio-velar semi-vowel
Possi lidah tertutup ke belakang huruf hidup/vocal. Suara meluncur dengan cepat melalui huruf hidup/vocal. Contohnya: Wood, Walk, Wet, Wheat, dan Hallway. Lihat gambar berikut ini!

Karakteristik w: A labio-velar semi-vowel

References:
Kelly, Gerald. 2000. How to Teach Pronunciation. Blueston Press, Chalburry, Oxfordshire, UK. www.longman.com
Pronunciationstudio.com
Lektur.id

👤: Iretna Ayu Labibah
📧: iretna.labibah@gmail.com
Ig : @iretna_labibah

Baca juga: Perbedaan Pronunciation British vs American English

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *