TOEFL Structure: Skill 15: Invert the Subject and Verb with Questions Word

TOEFL Structure: Skill 15: Invert the Subject and Verb with Questions Word

Halo Scholars . . .
Pasti kalian sudah tidak asing lagi sama TOEFL Structure and Written Expressions. Teman-teman pasti masih ingat bahwa dalam membentuk sebuah kalimat, harus ada sebuah subject dan verb. Normalnya, pasti subject-nya duluan, baru kemudian diikuti dengan verb-nya. Iya kan teman-teman? Pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari tentang ‘INVERTED SUBJECTS AND VERBS’. Apa sih inverted itu?

Okay, inverted berarti kita menukar posisi antara subject dan verb atau helping verb-nya. Untuk kalimat biasa kan sudah jelas yah posisi antara subject dan verb-nya itu seperti apa. Biasanya inverted subject and verb ini terjadi pada beberapa hal seperti pembuatan kalimat tanya atau question words dan juga place expressions atau ekspresi yang menunjukkan tempat. So, kita bahas perlahan-lahan dari yang pembuatan kalimat tanya.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

1. Invert the Subject and Verb with Questions Words

Inverted subject and verbs seringkali muncul pada kalimat yang berbentuk pertanyaaan, atau kebanyakan pertukaran posisi antara subject dan verb itu terjadi pada kalimat tanya. Untuk membuat kalimat tanya menggunakan Helping Verb (be, have, can, could, will, would, etc), subject dan verb-nya ditukar.
Contoh:

  • He can go to the movies.
  • Question words nya: Can he go to the movies?

Pada kalimat ini, yang merupakan ‘Helping Verb’ adalah ‘CAN’, dan yang merupakan Ordinary Verb atau verb aslinya yaitu ‘GO’. Selanjutnya subject-nya adalah ‘HE’. Ketika dalam kalimat biasa, subject-nya berada di depan, dan diikuti oleh helping verb dan ordinary verb. Akan tetapi, pada pembuatan kalimat tanya, Helping Verb-nya yaitu CAN’ berada di depan kalimat, kemudian diikuti oleh SUBJECT dan juga ORDINARY VERB. Inilah yang disebut dengan ‘INVERTED’ atau pertukaran antara subjek dan verb.
Berikut contoh lainnya:

  • You would tell me the truth.
  • Question word: Would you tell me the truth?

Nah, bagaimana jika kalimat nya tidak punya helping verb?

Jadi, jika tidak ada helping verb, maka helping verb-nya adalah DO (do, does, did)
Contoh:

Well, so far sepertinya kalian sudah mulai paham.
Kita sudah melihat bahwa ada inversi atau pertukaran dalam pembuatan kalimat tanya.
Jadi, bagaimana Miss jika pembuatannya menggunakan kalimat tanya, yaitu WHAT, WHERE, WHEN, WHO, HOW, WHY?

Jika pakai kata tanya, juga ada inversi antara subject dan verb.

Example:
What is your name?
What is the homework?
When can I leave?

Berarti jika WHAT, WHERE, WHEN, HOW, WHY, dan WHO dijadikan kalimat tanya, maka subject dan helping verb atau verb yang mengikuti dibalik atau diinversi. Nah, yang menarik adalah jenis kata tanya ini seperti yang sudah kita pelajari di meeting-meeting sebelumnya, mereka juga digunakan sebagai sebuah connector. Pada saat fungsinya sebagai connector, maka perhatikan bahwa subejct dan verbnya itu tidak diinversi atau tidak dibalik.
Perhatikan contoh berikut:

Jika kata-kata tanya digunakan sebagai connector/subject maka teman-teman lihat bahwa setelah connector diikuti oleh SUBJECT kemudian VERB. Namun jika kata-kata tanya tersebut digunakan untuk membuat kalimat tanya, maka SUBJECT dan VERB-nya di balik atau di-inversi.
Perhatikan gambar berikut:

Jadi teman-teman perlu perhatikan lagi, apakah kata tanya di situ sebagai kata tanya atau sebagai connector? Pastinya sebagai connector (penghubung).

Baca juga: Noun Clause: Pengertian, Jenis, dan Penggunaan

Well, berikut contoh soalnya:

Jawabannya sudah jelas adalah A. He did. mengapa? Karena kata ‘WHY’ disitu sebagai connector. Jadi jika sebagai connector maka urutan subject dan verb-nya sama seperti urutan subject verb biasa dalam sebuah kalimat yaitu SUBJECT dulu baru VERB. Maka kalimatnya akan menjadi:

‘’The lawyer asked the client why he did it’’

2. Invert the Subject and Verb with Place Expression


Nah teman-teman, bukan hanya menggunakan kata tanya subject dan helping verb-nya dibalik, namun hal ini juga berlaku untuk kalimat yang menggunakan ‘PLACE EXPRESSIONS’. Place expressions itu contohnya yang gimana? Contohnya adalah ‘THERE’, ‘HERE’, ‘NOWHERE’.

Berikut contoh kalimat jika menggunakan Place Expressions:

  • Here is the book that you lent me
  • There are the keys that I thought I lost

Teman-teman bisa lihat bahwa jika kita menggunakan Place Expressions di awal kalimat, maka subject dan verb-nya dibalik, kan? Pada contoh pertama, place expression-nya ‘HERE’ maka Verb ‘IS’ muncul duluan dari subject ‘THE BOOK’.

Pada contoh ke-2, place expression ‘THERE’ kemudian diikuti oleh verb ‘ARE’ dan setelahnya adalah subject ‘THE KEYS’.

Nah, jika menyangkut tentang place expressions ini, ada juga yang menggunakan prepositional phrase expressing place. Maksudnya gimana nih Miss? Maksudnya adalah frasa menggunakan proposisi yang menunjukkan place expressions. Dalam frasa itu ada preposisi dan place expressions.

Berikut contoh dan penjelasannya:

Baca juga: Clause: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Reference:
Philips, D. (2000) Longman Preparations Course For The TOEFL Test

Nama: Arty Ningrin Manafe
IG: @artymanafe
Email: artymanafe@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *