TOEFL Written Expression Skill 31: Use The Present and The Past Correctly

TOEFL Written Expression Skill 31: Use The Present and The Past Correctly

Halo Scholars!!

Dalam soal TOEFL ada beberapa kesalahan yang biasanya muncul terkait penggunaan verb yang tepat. Untuk itu ada empat hal yang perlu diperhatikan terkait penggunaan verb yang tepat yaitu:

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

1. Penggunaan Present dan Past yang tepat,
2. Penggunaan had dan have yang tepat.
3. Penggunaan tense dan time expressions yang tepat, dan
4. Penggunaan tense dengan will dan would yang tepat.

Skill 31: Use The Present and The Past Correctly

Dalam penulisan Bahasa Inggris dan dalam soal TOEFL Structure and Written Expression, penggunaan dua tenses seperti present dan past dalam satu kalimat tanpa adanya alasan yang jelas adalah tidak tepat. Present digunakan untuk menjelaskan kejadian atau peristiwa yang terjadi secara rutin, selain itu dapat juga digunakan untuk menjelaskan kejadian atau peristiwa yang sudah menjadi kebiasaan (habitually activity). Sedangkan past digunakan untuk menjelaskan peristiwa atau kejadiaan yang terjadi di masa lampau.

Baca juga: TOEFL Written Expression Skill 28: Use The Past Participle After Have

Perhatikan contoh kalimat di bawah ini.

He took the money when he wants it.
Pada contoh kalimat di atas terdapat frasa he took the money yang menunjukkan dalam bentuk past dan he wants it yang menunjukkan dalam bentuk present. Hal semacam ini tidak tepat secara grammatical dan maknanya juga tidak dapat dipahami. Kalimat tersebut jika diartikan juga tidak masuk akal karena tidak mungkin ada sesuatu hal yang terjadi di masa lampau yang menjadi hasil dari masa sekarang. Namun, kalimat tersebut dapat menjadi tepat jika bentuk tensesnya seperti berikut;

He took the money when he wanted it.
Pada contoh kalimat pertama terdapat frasa he took the money yang menunjukkan dalam bentuk past dan when he wanted it yang menujukkan dalam bentuk past juga. Kalimat tersebut tepat karena memiliki makna dan penggunaan grammar yang tepat.

He takes the money when he wants it.
Sedangkan pada contoh kalimat kedua terdapat frasa he takes the money dan when he wants it yang menunjukkan dalam bentuk present dan memiliki makna habitually. Kalimat tersebut tepat karena memiliki makna dan penggunaan grammar yang tepat.

Baca juga: TOEFL Written Expression Skill 29: Use The Present Participle or The Past Participle After Be

Namun, dalam beberapa kondisi dapat juga terjadi present dan past dalam satu kalimat dan tentunya dengan syarat maknanya dapat dimengerti dan dipahami.

Contoh:

I know that he took the money yesterday.
Makna pada contoh kalimat di atas adalah I know (saat ini) jika he took the money (kemarin, di masa lampau). Maka dari itu, kalimat tersebut adalah tepat meskipun memiliki dua tenses dalam satu kalimat. Yang harus dihindari adalah penggunaan dua tenses dalam satu kalimat tanpa adanya alasan yang jelas. Untuk itu jika dalam soal TOEFL menemukan adanya dua tenses dalam satu kalimat maka wajib dimengerti secara detail apakah kalimat tersebut sudah benar dan maknanya dapat dimengerti atau tidak.

Quick Summary:

Jika dalam sebuah kalimat terdapat past dan present tense maka wajib dipahami kembali jika penggunaan dua tenses tersebut disertai alasan yang jelas seperti contoh di atas maka hal tersebut benar. Namun jika tanpa disertai alasan yang jelas maka kemungkinan kalimat tersebut tidak tepat.

Contoh:

I understand that you were angry.
Pada awal kalimat terdapat I understand (yang terjadi pada saat ini) dan you were angry (yang terjadi pada masa lampau). Dilihat dari penggunaan verb berupa were maka dapat disimpulkan jika hal ini terjadi di masa lampau. Peristiwa I understand dan kejadian you were angry bisa jadi terjadi pada dua waktu yang berbeda, untuk itu penggunaan dua tenses pun diperbolehkan.

When he was a child, he always goes to the circus.
Kalimat tersebut salah, seharusnya When he was a child, he always went to the circus, karena went disini merujuk pada when he was a child. Secara makna pun dapat dipahami jika dua hal tersebut terjadi pada waktu yang bersamaan. Untuk itu penggunaan dua tenses dalam kalimat di atas adalah tidak tepat.

Baca juga: TOEFL Written Expression Skill 30: Use The Base Form of The Verb after Will, Would, or Other Modals

References:

Phillips, D. (2003). Longman Preparation Course for The TOEFL Test. USA: Pearson Education.
Forum Tentor Indonesia. (2017). TOP No. 1 TOEFL . Yogyakarta: Forum Edukasi.

Author:
Lintang Indira Nadianti
lintangindira19@gmail.com
IG: lintang_indira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *