TOEFL Written Expression Skill 54 and 55: How to Recognize Incorrect Prepositions and How to Recognize when Prepositions Have Been Omitted

TOEFL Written Expression Skill 54 and 55: How to Recognize Incorrect Prepositions and How to Recognize when Prepositions Have Been Omitted

Halo Scholars!!

Dalam bahasa Inggris, penggunaan preposition dapat berfungsi sebagai makna secara harfiah dan makna secara idiomatis atau ungkapan. Pada kalimat yang terdapat preposition yang berfungsi sebagai makna secara harfiah memiliki arti sesuai dengan arti katanya secara harfiah atau tepat.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

Perhatikan contoh dibawah ini:

The boy ran up the hill.
She went in the house.

Pada contoh pertama terdapat penggunaan preposition berupa up yang memiliki makna seorang anak laki-laki tersebut pergi ke arah atas bukit bukan ke arah bawah. Sedangkan pada contoh kedua juga terdapat preposition berupa in yang memiliki makna masuk ke dalam rumah bukan ke luar rumah.

Berbeda halnya dengan penggunaan preposition yang berfungsi sebagai makna secara idiomatis atau ungkapan. Makna preposition dalam kalimat tersebut menjadi tidak ada kaitannya dengan makna secara harfiah pada kata tersebut. Penggunaan preposition jenis inilah yang paling sering muncul dalam soal TOEFL.

Perhatikan contoh dibawah ini:

I call up my friend.
He succeeded in passing the course.

Pada contoh pertama terdapat preposition berupa up yang tidak ada kaitannya dengan arah ke atas. Frasa berupa to call up someone memiliki makna to telephone someone. Sedangkan pada contoh kedua juga terdapat preposition berupa in yang juga tidak ada kaitannya dengan arti masuk, namun preposition in tersebut memang hanya digunakan setelah penggunaan verb berupa succeeded.

Oleh karena itu, penting untuk kita memahami dan mengenali penggunaan preposition yang tepat pada soal TOEFL khususnya bagian written expression. Terdapat dua macam kesalahan dalam penggunaan preposition pada soal TOEFL yaitu:

1. Penggunaan preposition yang tidak tepat.
2. Penggunaan preposition yang dihilangkan.

Baca juga: TOEFL Written Expression Skill 52: Articles and Noun Agreement

Skill 54: How to Recognize Incorrect Prepositions

Berikut ini adalah contoh penggunaan preposition yang tidak tepat dalam soal TOEFL written expression:

The game was called on because of rain.
Pada contoh pertama penggunaan preposition berupa on pada kalimat tersebut adalah tidak tepat. Seharusnya menggunakan frasa called off yang memiliki makna canceled sehingga maknanya menjadi tepat dan memiliki arti yang sempurna untuk kalimat tersebut.

I knew I could count in you to do a good job.
Pada contoh kedua penggunaan frasa count in juga tidak tepat, frasa yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah count on.

Skill 55: How to Recognize when Prepositions Have Been Omitted

Dalam soal TOEFL written expression penggunaan preposition yang dihilangkan dalam sebuah kalimat, namun dalam hal ini penggunaannya sering kali tidak tepat.

Contoh:

Can you wait me after the game?
Pada contoh pertama penghilangan preposition pada kalimat tersebut merupakan tidak tepat. Seharusnya terdapat preposition berupa for untuk melengkapi kalimat tersebut. Sehingga kalimatnya menjadi Can you wait for me after the game?

I plan attending the meeting.
Pada contoh kedua juga terdapat penghilangan preposition pada kalimat tersebut yang tidak tepat. Seharusnya terdapat preposition berupa on untuk melengkapi kalimat tersebut. Sehingga kalimatnya menjadi I plan on attending the meeting.

Baca juga: TOEFL Written Expression Skill 53: How to Distinguish Specific and General Ideas

References:

Phillips, D. (2003). Longman Preparation Course for The TOEFL Test. USA: Pearson Education.

Author:
Lintang Indira Nadianti
lintangindira19@gmail.com
IG: lintang_indira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *