Emotive Language : Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Emotive Language : Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Halo sobat Scholars!

Di dalam bahasa Inggris pada pelajaran writing ada istilah yang dikenal dengan emotive language. Emotive language adalah bahasa yang menunjukkan emosi. Nah kali ini kita akan membahasnya. Penasaran kan? Lets check it out!

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

Pengertian Emotive Language

Emotive language secara bahasa artinya adalah bahasa emosional. Emotive language adalah pilihan kata yang disengaja digunakan untuk membangkitkan emosi. Emotive language menggunakan diksi khusus untuk membangkitkan emosi pembaca.

Pilihan kata sangat mempengaruhi bagaimana tulisan dan ucapan diterima di emotive language. Penulis menggunakan emotive language untuk memiliki dampak emosional yang lebih besar pada pembaca mereka. Contohnya: The victims were executed in cold blood. (Para korban dieksekusi dengan darah dingin)

Baca juga: Adjunct: Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Contoh Penggunaan Emotive Language

Emotive language dapat diekspresikan dengan cara yang positif atau negatif tergantung pada kata-kata yang dipilih. Namun terkadang ada beberapa kata yang tidak dapat menimbulkan emosi untuk para pembaca nya seperti:

  • Emotive language: The government will slash interest rates. (Pemerintah akan memangkas suku bunga)
  • Non-emotive language: The government will reduce interest rates. (Pemerintah akan menurunkan suku bunga)
  • Emotive language: An innocent buyer suffered facial injuries when the thug launched his glass across the restaurant. (Seorang pembeli yang tidak bersalah menderita luka wajah ketika preman itu melemparkan gelasnya ke restoran itu)
  • Non-emotive language: Another person in the restaurant was injured by the man’s glass. (Orang lain di restoran terluka oleh kaca pria itu.)

Emotive language juga dapat menggunakan connotation (konotasi) agar emotive language yang disampaikan lebih mengena kepada para pembaca contohnya:

  • You are meticulous! (Anda teliti!)
  • He is svelte. (Dia langsing)

Mengapa emotive language penting?

1. Di dalam writing penggunaan emotive language sangat lah penting untuk mempengaruhi pembacanya. Contohnya:

Lee begged /asked/ pestered passers-by for help. (Lee memohon /meminta/mengganggu orang yang lewat untuk meminta bantuan)

Penulis dapat memilih kata yang sesuai di antara begged /asked/ pestered yang sesuai dengan kebutuhan penulis.

2. Menggunakaan emotive language juga berguna bagi para pembaca agar lebih memahami maksud dari kalimat sebenarnya tanpa harus dipengaruhi oleh orang lain.

Baca juga: Intensifier: Pengertian, Jenis, dan Contoh Penggunaannya

Reference:

https://www.grammar-monster.com/glossary/emotive_language.htm https://writingexplained.org/grammar-dictionary/emotive-language http://www.english-grammar-lessons.co.uk/glossary/emotive_language.htm https://www.educationquizzes.com/gcse/english/emotive-language/

Author: Namira Mutmainah
Instagram: namiiraamuth
Email: namiramutmainah0206@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *