Passive Modal Auxiliary: Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Passive Modal Auxiliary: Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Halo sobat Scholars!

Sering sekali kita menggunakan verb (kata kerja) dalam kalimat sehari.hari. Nah kali ini kita akan membahas salah satu jenis verb yaitu auxiliaries. Auxiliaries memiliki berbagai macam bentuk loh! Penasaran kan? Lets check it out!

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

Pengertian Passive Modal Auxiliary

Passive modal auxiliary berasal dari kata passive dan modal auxiliary. Sebelum kita membahas tentang passive modal auxiliaries, kita akan membahas tentang passive dan modal auxiliary terlebih dahulu.

Passive atau bisa disebut dengan passive voice adalah adalah suatu bentuk kalimat dimana subjek kalimat menerima aksi, bukan melakukan aksi. Passive lebih berfokus kepada pihak atau objek yang menerima hasil dari suatu aksi tersebut (receiver of action). Contohnya: Transjakarta is used as an alternative means of transportation to avoid traffic jam.

Sedangkan modal auxiliary adalah kata kerja tambahan yang digunakan untuk mengekspresikan kemungkinan, keinginan, hingga kebutuhan untuk melakukukan suatu pekerjaan. Umumnya modal auxiliary mengungkapkan sikap atau suasana hati pembicara. Modal auxiliary bentuknya tidak akan berubah apupun jenis subjectnya. Contohnya: He might be the love of my life.

Passive modals auxiliary adalah jenis kalimat pasif (passive voice) yang didalamnya menggunakan modals. Jadi passive modal auxiliary adalah sebuah kalimat yang subjeknya menerima aksi dan mengekspresikannya dengan ability (kemampuan), possibility (kemungkinan), permission (izin) ataupun obligation (kewajiban). Contohnya: The door can not be opened from outside.

Baca juga: Singular dan Plural Verb: Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Contoh Penggunaan Passive Modal Auxiliary

Ada 9 bentuk modal auxiliary yang dapat digunakan bersama dengan passive yaitu:

  • Can (bisa)
  • Could (bisa dalam bentuk past)
  • Will (akan)
  • Would (akan dalam bentuk past)
  • Shall (sebaiknya)
  • Should (sebaiknya bentuk past)
  • May (mungkin)
  • Might (mungkin bentuk past)
  • Must (harus)

Ada dua bentuk tenses yang biasanya digunakan untuk passive modal auxiliary. Yaitu:

1. Modal + be + past participle.

Bentuk ini biasanya digunakan dengan bentuk modal auxiliary can, shall, would, might, dan must.

Contohnya:

  • That painting can be seen in the Louvre.
  • The work should be done on time.
  • The tickets would be sold there if possible.
  • It might be finished by next week.
  • Employees must be paid on the last day of the month.

2. Modal + have been + past participle

Bentuk ini biasanya digunakan dengan bentuk modal auxiliary could, should, dan might.

Contohnya:

  • It could have been done by John.
  • It should have been finished yesterday.
  • It might have been lost when we were travelling.

Baca juga: Singular dan Plural Noun: Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Penggunaannya

Reference:

https://continuingstudies.uvic.ca/elc/studyzone/490/grammar/passives-modals https://www.zenius.net/prologmateri/bahasa-inggris/a/127/passive-modals https://learningenglish.voanews.com/a/learning-passive-modals-it-can-be-done/4364766.html https://www.ef.co.id/englishfirst/kids/blog/bentuk-pasif-dari-modals/

  • Author: Namira Mutmainah
  • Instagram: namiiraamuth
  • email: iphone5namira@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *